Environment---Templok-Method-in-Rehabilitation
Environment---Water-Sampling-at-Water-Polishing-Plant
Agincourt-sustainabilityenvironment-slider1
Environment---Hazardous-Waste-(Environmental)-Inspection
environment02-update

Lingkungan




Tambang Emas Martabe dikelilingi oleh hutan, jalur air, lahan pertanian dan pemukimanmasyarakat. Pengelolaan lingkunganpertambangan berkelas dunia sangat penting bagi perlindungan keanekaragaman hayati dan keberlanjutan termasuk izin sosial dari masyarakat setempat.

Perencanaan pengelolaan lingkungan di Tambang Emas Martabe telah diinisiasi bahkan sebelum proyek dimulai, yakni dengan penerapan program pemantauan lingkungan yang komprehensif dan berbagai studi dampak lingkungan. Beberapa lingkup pengelolaan lingkungan dalam operasional Tambang Emas Martabe di antaranya pengelolaan air, pengelolaan limbah, rehabilitasi lahan dan perlindungan terhadapkeanekaragaman hayati.

Intensitas curah hujan di Tambang Emas Martabe relatif tinggi dengan rata-rata 4.553 mm per tahun. Dengan demikian, lokasi pertambangan memiliki kelebihan air yang harus dilepaskan ke sungai terdekat yakni Sungai Batangtoru. Sebelum dilepaskan ke sungai tersebut, air harus melalui proses di Instalasi Pengolahan Air (IPAL) untuk membuang kandungan zat yang memiliki potensi bahaya. Air sisa proses yang dilepaskan ke Sungai Batangtoru telah sepenuhnya memenuhi seluruh standar persyaratan dan perizinan sejak operasional tambang dimulai. Tambang Emas Martabe bersama masyarakat setempat juga telah membentuk Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Sisa Proses. Tim terpadu terdiri dari perwakilan masyarakat, pemerintah, dan akademisi/peneliti Universitas Sumatera Utara (USU) yang secara rutin melakukan uji kualitas dan verifikasi.

Seluruh tailing/limbah dari proses Tambang Emas Martabe dikumpulkan ke fasilitas penampungan tersendiri atau Tailing Storage Facility (TSF). Keamanan TSF merupakan prioritas utama Tambang Emas Martabe sebagai bagian dari penerapan komprehensif pertambangan berkelas dunia. TSF telah dirancang oleh konsultan teknik yang diakui secara internasional dan berpengalaman luas dalam perancangan dan pembangunan TSF. Desain yang digunakan telah disesuaikan dengan Panduan Keselamatan dan Keamanan untuk Bendungan Besar (International Committee on Large Dams/ICOLD) dan telah disetujui oleh Komisi Keamanan Bendungan. Pembangunan tanggul TSF juga dilakukan dengan pengawasan ketat dan jaminan kualitas yang dilakukan secaran rutin. Sebagai tindak lanjut, perusahaan telah mengimplementasikan tinjauan keamanan dan keselamatan lanjutan tahunan TSF.

Tambang Emas Martabe telah memiliki perencanaan penutupan dan rehabilitasi lahan pertambangan melalui berbagai program dan studi untuk mengembalikan kondisi lahan yang aman dan produktif pasca penutupan tambang. Seluruh lahan tambang akan direhabilitasi secepatnya setelah tidak lagi digunakan dan penutupan lahan akan terus berlanjut setelah operasional tambang berakhir. Tambang Emas Martabe memiliki Rencana Penutupan Tambang yang telah disetujui oleh pemerintah dan diperbarui sesuai dengan perubahan di area operasional.