121
84

Keanekaragaman Hayati




Tambang Emas Martabe terletak di perbatasan Hutan Batangtoru, sebuah ekosistem dengan nilai keanekaragaman hayati yang tinggi. Lokasi ini merupakan habitat dari sejumlah spesies yang terancam punah termasuk Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) dan Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae). Secara umum, jejak luas Tambang Emas Martabe tidak signifikan jika dibandingkan dengan total luas ekosistem ini. Namun demikian, dampak terhadap keanekaragaman hayati akibat pembukaan hutan dan kegiatan tambang lainnya diakui oleh Perusahaan sebagai aspek lingkungan yang signifikan dari operasi tambang yang memerlukan pengelolaan yang cermat. Kode Etik PTAR - Pengelolaan Keanekaragaman Hayati mengatur kewajiban operasional perlindungan keanekaragaman hayati, seperti minimalisasi pembukaan lahan yang tidak perlu dan pemulihan habitat hutan sebagai bagian dari penutupan tambang.

Berbagai upaya perlindungan keanekaragaman hayati di lokasi tambang telah menerapkan standar pengawasan ketat mencakup pembukaan lahan, survei spesies flora dan fauna sebelum pembukaan lahan, proteksi terhadap jalur air alami, pelarangan pemburuan atau penangkapan hewan, dan rencana rehabilitasi area terdampak pasca tambang untuk membentuk kembali ekosistem hutan yang sesuai dengan habitat fauna lokal di Hutan Batangtoru. Tambang Emas Martabe juga memiliki fasilitas pembibitan yang mengusahakan bibit tanaman lokal untuk mendukung program rehabilitasi. Perusahaan juga melibatkan para ahli dan peneliti keanekaragaman hayati untuk program pengelolaan lingkungan yang lebih luas di Hutan Batangtoru melalui pemberian dukungan kepada berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) konservasi setempat.