Apa Itu Metode Fly In Fly Out (FIFO)?

apa itu metode fly in fly out

Istilah fly in fly out (FIFO) mungkin masih terdengar asing di telinga kita.

Padahal, profesi yang menggunakan metode FIFO kerap dijumpai di negara Indonesia. Menurut pengertiannya sendiri, FIFO merupakan metode kerja pada perusahaan atau unit industri yang bertempat di daerah terpencil. Pada umumnya para karyawan akan diterbangkan untuk ditempatkan pada satu lokasi di periode waktu tertentu.

Biasanya metode ini banyak digunakan di sektor pertambangan. Kenapa disebut fly atau terbang? Sebutan ini muncul karena umumnya lokasi eksplorasi tambang hanya dapat dijangkau dengan pesawat terbang dan tidak jarang perjalanannya ini disambung dengan transportasi darat.

Baca Juga: Lebih Untung Investasi Emas atau Perak?

Tidak jarang memang, karena jangkauan pertambangan sangat sulit aksesnya sehingga tidak heran jika membutuhkan sebuah metode yang tepat dalam menjangkau sebuah wilayah. Hal seperti ini merupakan salah satu bagian yang penting untuk diperhatikan di dalam dunia pertambangan.

Metode Fly In Fly Out Sangat Penting Di Industri Pertambangan

Dalam industri pertambangan, sudah menjadi hal yang umum jika kantor pusat dengan lokasi eksplorasi berjauhan. Biasanya kantor pusat berlokasi di kota besar, sementara area eksplorasinya di tengah laut, pedalaman hutan, atau kawasan perbukitan di mana jalan untuk ke lokasi susah diakses.

Untuk menyiasati hal tersebut, perusahaan sengaja menempatkan para pekerjanya di lokasi eksplorasi, sehingga mereka lebih dekat dengan tempat bekerja. Dalam pelaksanaan metode fly in fly out, keluarga karyawan dan pekerja tidak diikutsertakan. Tujuannya untuk menyiasati besaran biaya yang diperlukan.

Metode fly in fly out termasuk salah satu budaya kerja pertambangan. Budaya kerja pertambangan ini merupakan pedoman yang didasari nilai-nilai sifat dan kebiasaan yang tercermin dalam perilaku, sikap, dan tindakan yang diwujudkan melalui kerja nyata. Dalam perusahaan pertambangan, budaya ini diterapkan secara berkesinambungan sehingga mencapai hasil yang efisien.

Selain metode fly in fly out, budaya kerja di pertambangan harus memiliki sejumlah aspek penting di antaranya:

1. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)

Mengingat aktivitas dan pekerjaan di pertambangan memiliki resiko yang tinggi, aspek K3 ini sangat penting dan harus diperhatikan dalam menekan penyakit ataupun angka kecelakaan yang mungkin terjadi akibat kerja. Aspek ini perlu diterapkan dalam semua kegiatan di pertambangan.

2. Pengendalian Kegiatan Operasional

Aspek ini bertujuan untuk menjamin bahwa pekerjaan di perusahaan tambang harus dilakukan secara efektif dan efisien.

3. Pengendalian Kegiatan Beresiko Tinggi

Karena pekerjaan di perusahaan tambang risikonya cukup tinggi, dengan memperhatikan aspek ini memungkinkan segala hambatan dan risiko yang ada bisa dikendalikan. Risiko yang mungkin terjadi di industri pertambangan misalnya kecelakaan selama kegiatan produksi.

4. Keselamatan Dan Keamanan Kerja

Kedua aspek ini harus diperhatikan serta terpenuhi dengan baik dengan tujuan untuk menjamin pekerja pertambangan bebas dari kecelakaan kerja yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Aspek ini diklaim bisa meningkatkan produktivitas para pekerja di lapangan.

5. Kebersihan Lingkungan Kerja

Aspek ini sangat erat kaitannya dengan sistem manajemen lingkungan. Saat tempat kerjanya bersih, artinya lokasi tersebut bebas dari kotoran dan sampah yang memungkinkan kenyamanan para pekerja lebih tinggi.

Metode Fly in dan Fly out dalam pertambangan adalah metode yang pasti digunakan jika jangkauan untuk ke area pertambangan memang sangat sulit. Dengan adanya metode ini memang akan memberikan jangkauan yang lebih mudah dan lebih  cepat!

Baca Juga: Cara Membedakan Tambang Emas Ilegal Dan Legal

Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai proses penambangan dan pengolahan emas yang dilakukan PT. Agincourt Resource, Anda dapat klik di sini