Daur Ulang Limbah Barang Elektronik yang Banyak Mengandung Emas

daur-ulang-limbah-barang-elektronik-yang-banyak-mengandung-emas-agincourt

Barang elektronik yang banyak mengandung emas ternyata sering dijumpai di sekitar rumah.

Sayangnya, tidak banyak orang menyadari akan hal tersebut. Bahkan, menganggap bahwa barang elektronik yang banyak mengandung emas tersebut hanyalah tumpukan sampah. Jika Anda memperhatikan, ada lapisan berwarna kuning keemasan di setiap alat elektronik. Mungkin banyak orang menilai bahwa itu adalah tembaga. Padahal, banyak dari lapisan tersebut terbuat dari emas. Beberapa pabrik memilih logam mulia ini karena mampu menghantarkan listrik lebih baik. Transfer data dilakukan secepat mungkin dengan memanfaatkan lapisan emas. Selain itu, fungsi lain adalah untuk mencegah oksidasi.

Baca Juga: Apakah yang Dimaksud dengan Kadar Emas 375? Berikut Penjelasannya

Fungsi dalam Barang Elektronik

Hampir semua peralatan elektronik memanfaatkan logam mulia ini untuk dapat berfungsi. Jika Anda mau, Anda akan mendapatkan 1 gram emas untuk setiap 5 limbah komputer. Memang, hal ini terdengar sedikit, padahal jika dijual juga cukup menguntungkan. Satu gram harganya pernah menyentuh angka Rp 1 juta. Satu gram juga hanya didapatkan dari 2 ton bijih. Sayangnya, banyak orang yang tidak melihat hal tersebut. Limbah elektronik hanya dianggap sampah dan tidak menguntungkan lagi. Padahal, Anda bisa mendapatkan keuntungan tersendiri jika mau mengumpulkan limbah barang elektronik yang banyak mengandung emas tersebut.

Proses Pemisahan Plat Padat

Untuk memisahkan logam mulia ini dengan limbah elektronik, dilakukan pemotongan secara khusus. Limbah tersebut akan dipanaskan dengan suhu sekitar 1.300 derajat. Tujuannya untuk melelehkan logam-logam yang terkandung dalam limbah tersebut. Perlu diperhatikan bahwa emas adalah logam berat sehingga akan mengendap di bagian bawah pelumer. Emas akan bersama logam lain seperti perak dan tembaga. Nantinya akan terpisah dengan logam ringan. Plat padat tersebut memiliki berat yang cukup besar, bahkan hingga ratusan kilogram. Namun, didalamnya terdapat puluhan gram emas. Biasanya proses ini dilakukan oleh perusahaan daur ulang sampah elektronik, khusunya barang elektronik yang banyak mengandung emas.

Penggunaan Zat Kimia dalam Jumlah Besar

Penguraian ini membutuhkan zat kimia dalam jumlah besar. Plat padat dibenamkan dalam wadah berisi cairan kimia. Setiap cairan akan menguraikan logam yang berbeda-beda sehingga terkumpul sesuai jenisnya. Namun, banyak perusahaan daur ulang yang tidak memberitahukan bagaimana memisahkan logam mulia tersebut. Limbah emas jelas tetap menguntungkan. Apalagi jumlahnya tidak sedikit dan memberikan keuntungan sangat besar. Rata-rata, perusahan daur ulang mampu mendapatkan 18 ton lebih emas dengan cara seperti ini. Sayangnya, limbah beracun tidak baik untuk lingkungan. Bahkan, sangat berbahaya karena pelepasan gas CO2 yang banyak.

Apakah Selalu Berbahaya Bagi Lingkungan?

Faktanya, ada banyak perusahaan daur ulang yang telah menciptakan metode terbarukan. Beberapa menggunakan zat kimia yang lebih ramah lingkungan. Beberapa lagi memilih menggunakan bakteri pengurai logam. Serbuk limbah sampah elektronik perlu dilarutkan dengan air. Nantinya, ada bakteri khusus yang akan memisahkan emas dengan partikel lain. Bongkahan kecil emas akan terbentuk secara berkala. Penggunaan bakteri pengurai logam jauh lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan zat kimia. Namun, penggunaan bakteri tersebut juga perlu dilakukan uji ulang demi efisiensi lebih baik.

Barang Elektronik yang Banyak Mengandung Emas

Perlu diperhatikan bahwa ada barang elektronik yang banyak mengandung emas di sekitar rumah. penggunaan plat emas dipakai karena memberikan daya hantar lebih efektif dari pada tembaga. Perangkat komputer, smartphone, bahkan simcard mengandalkan daya hantar dari logam mulia ini. meskipun ada dalam jumlah kecil, tapi dapat dikumpulkan. Perusahaan daur ulang mampu mendapatkan hingga belasan ton setiap tahunnya. Oleh sebab itulah banyak perusahaan eksplorasi yang juga sekaligus sebagai perusahaan daur ulang. Dengan berharganya dan lamanya proses penambangan, wajar jika tidak ada yang ingin menyianyia-kannya.

Baca Juga: Berbagai Manfaat yang Telah Diberikan oleh Tambang Emas Martabe

Demikianlah informasi tentang daur ulang limbah elektronik yang banyak mengandung emas yang umum dapat dilakukan. Harapannya Indonesia dan kita semua lebih sadar dan dapat memanagement limbah elektronik kita menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Jangan keliru, mungkin limbah elektronik Anda adalah benda yang mengandung emas. Jika Anda tertarik dengan informasi-informasi mengenai emas atau pertambangan emas, Anda bisa membaca artikel-artikel dari PT. Agincourt Resource di sini.