Industri Pertambangan Dapat Menjaga Keanekaragaman Hayati dengan Cara Ini

industri-pertambangan-dapat-menjaga-keanekaragaman-hayati-agincourt

Menjaga keanekaragaman hayati adalah tantangan lingkungan industri pertambangan.

Prioritas terhadap menjaga keanekaragaman hayati perlu diperhatikan dengan mengajak masyarakat lokal sebagai salah satu elemen paling penting. Bumi menjadi tempat penuh kehidupan dimana ada beragaman keanekaragaman hayati tinggal. Keanekaragaman hayati penting untuk tetap menjaga siklus hidup setiap makhluk sehingga ekosistem dapat terus berjalan. Ada 3 cara yang bisa dilakukan oleh industri pertambangan jika ingin melindungi hal tersebut. Tentu saja komitmen sangat penting supaya upaya perlindungan ini bisa dilakukan tanpa adanya kepentingan tertentu.

Baca Juga: Menjaga Lingkungan Pertambangan Emas Dengan Revegetasi

Tiga Cara Menjaga Keanekaragaman hayati

Keanekaragaman hayati atau biological diversity menjadi isu yang sangat sering muncul dalam beberapa tahun terakhir. Isu tersebut muncul bersamaan dengan meningkatnya operasi pertambangan di seluruh dunia.

1. Pelestarian Alam dengan Teknologi Berkelanjutan

Langkah yang pertama adalah dengan memahami bahwa tambang modern harus dikelola secara efektif. Berbeda dengan tambang tradisional, tambang modern tentu mengandalkan kecanggihan teknologi dalam setiap proses dari awal hingga akhir. Oleh sebab itu, operasi pertambangan tidak boleh melupakan faktor lingkungan. Operasi ini sudah jelas akan mengurangi ekosistem hutan. Namun, langkah pencegahan terhadap kerusakan lingkungan sangat dibutuhkan.

Kehadiran teknologi berkelanjutan memberikan solusi atas masalah tersebut. Pengawasan dan pencegahan melalui teknologi berkelanjutan bisa dilakukan. Di sisi lain, operasi tambang juga akan mendapatkan keuntungannya sendiri. Tujuan dari adanya teknologi berkelanjutan bukan untuk memperbaiki. Namun, teknologi ini bertujuan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat pertambangan. Dengan cara seperti ini maka lingkungan bisa tetap terjaga. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi berkelanjutan demi mencegah kerusakan lingkungan merupakan bentuk tunduk kepada UU. Hal tersebut memberikan legalitas tertentu sehingga juga bisa mempertahankan citra baik merek tambang.

2. Memahami Teknologi Pertambangan dalam Konservasi Biological Diversity

Memahami peran dari teknologi tersebut penting demi keberhasilan eksplorasi pertambangan secara efisien. Dengan berkembangnya berbagai pelatihan seperti robot, AI, dan sebagainya, maka operasi pertambangan bisa dilakukan jauh lebih mudah. Faktanya, kemampuan dalam memahami teknologi berkelanjutan menjadi titik penting. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi pertambangan tanpa merusak lingkungan. Artinya, teknologi membantu dalam menjaga keanekaragaman hayati di kawasan sekitar tambang.

Teknologi seperti AI atau kecerdasan buatan berlaku untuk melakukan pemodelan hingga pelacakan dalam skala besar. Teknologi tersebut mampu melihat risiko secara realtime terhadap semua yang berhubungan dengan keanekaragaman hayati. Di sisi lain, ada teknologi lain yang bernama pencitraan jarak jauh. Kamera satelit memberikan informasi terkait area di kawasan tambang. Informasi ini bisa dipakai untuk mengumpulkan data terkait keanekaragaman hayati. Ada teknologi lain bernama phytomining yang memberikan kemungkinan untuk membantu tanah kurang subur menjadi penuh nutrisi. Dengan kata lain, teknologi ini berperan dalam membentuk ekosistem baru untuk semua spesies.

3. Melindungi Sumber Daya di Dekat Lokasi Tambang

Upaya perlindungan bukan hanya melalui komitmen janji. Langkah yang lebih jauh berupa aksi adalah tindakan yang sangat dibutuhkan. Salah satunya adalah menggandeng lembaga atau organisasi yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati. Upaya seperti ini memungkinkan operasi tambang untuk menghargai betapa pentingnya lingkungan yang akan ditambang. Selain itu, program aksi nyata juga akan mengurangi dampak buruk akibat adanya pertambangan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Unik! Ternyata Ada Pohon Natal Emas yang Mewah dan Mahal

Dengan langkah nyata, maka upaya untuk melindungi keanekaragaman hayati bisa dilakukan. Tentu hal ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Setidaknya, masyarakat lokal juga diperlukan untuk melindungi hal tersebut. Pada akhirnya, operasi pertambangan tidak selalu buruk jika memperhatikan keanekaragaman hayati. Selama operasi tambang mampu menjaga keanekaragaman hayati, ekosistem di kawasan tambang akan menerima dampak minim dan bisa pulih.