Inilah Cara Perusahaan Tambang Memanfaatkan Lahan Pasca Penambangan

agincourt-resources-perusahan-pertambangan-indonesia

Kegiatan penambangan sering meninggalkan lahan dengan kondisi marginal. 

Seperti yang sudah banyak diketahui, lahan bekas penambangan memiliki daya serap air yang rendah. Namun dengan pengelolaan lingkungan yang baik, pembuatan irigasi, pengelolaan limbah, dan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem disekitarnya. Lahan tambang tidak akan mengganggu ekosistem sekitar dan merugikan alam. 

PT. Agincourt Resources, perushaan pertambangan telah melakukan sistem penambangan yang benar dan pengelolaan lingkungan yang baik. Hal ini akan memungkinkan lahan tambang tersebut dapat dikelola kembali setelah pemakaian kedepannya. Salah satu cara nyata yang kini telah diterapkan adalah melakukan reklamasi lahan. 

Langkah Melakukan Reklamasi Lahan Pasca Penambangan

Reklamasi lahan pasca penambangan harus dilakukan oleh perusahaan demi menjaga kualitas lingkungan dan mencegah terjadinya kerusakan jangka panjang. Ada beberapa langkah yang harus diterapkan sebelum melakukan reklamasi lahan: 

  1. Menyiapkan lahan untuk dilakukan reklamasi.
  2. Dilakukan tes kelayakan pada tanah yang akan dipakai untuk mereklamasi. Langkah ini sangat penting dilakukan untuk menentukan keberhasilan reklamasi. 
  3. Membersihkan lahan dari gangguan-gangguan hingga siap untuk di reklamasi.
  4. Pemindahan dan penimbunan tanah pada area reklamasi. 
  5. Penyebaran bibit Hydroseeding. Hydroseeding adalah teknologi penanaman yang menggunakan campuran kental yang terdiri dari bibit dan zat tumbuh seperti berbagai jenis pupuk dan tanah pucuk dengan komposisi tertentu.
  6. Penanaman tanaman utama. 

Reklamasi dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam tanaman. Salah satu jenis tanaman yang paling sering digunakan untuk kegiatan reklamasi lahan adalah pohon karet.

Penanaman Pohon Karet

Penanaman dan pembudidayaan pohon karet adalah hal yang paling memungkinkan untuk dilakukan. Hal ini karena pohon karet adalah tanaman yang cepat tumbuh dan tidak memerlukan biaya yang tinggi. Selain itu, pohon karet mudah untuk diperbanyak, ditanam, dan dipelihara.

Pohon karet mempunyai adaptasi yang tinggi, dapat hidup pada dataran rendah sampai tinggi tempat 700 m di atas permukaan laut, dari beriklim kering hingga curah hujan mencapai 3.000 m/tahun, dari tanah berliat tinggi sampai tekstur tanah lepas.

Tanaman karet dapat menyediakan bahan organik setiap tahun dari daunnya yang gugur. Daun-daun pohon karet yang berguguran di kemudian hari dapat meningkatkan jumlah mikroorganisme yang berada di dalam tanah dan menghasilkan tanah yang subur.

Selain bahan organik yang berasal dari daun karet, dapat dilakukan pembuatan biopori untuk meningkatkan daya serap tanah. Pembudidayaan pohon karet ini juga dapat didukung dengan pemberian pupuk organik.

Keberadaan tanaman karet di lahan bekas tambang akan mengurangi kompetisi penggunaan lahan pertanian, mempercepat produktivitas lahan, memulihkan lingkungan, dan meningkatkan pendapatan petani di sekitar lahan bekas tambang. 

Manfaat Reklamasi Dengan Pohon Karet

Melakukan reklamasi lahan pasca penambangan dengan menggunakan pohon karet memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. Selain itu, pembudidayaan pohon karet dapat membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar. Namun, tentunya keberhasilan reklamasi lahan ini perlu didukung oleh perusahaan.

PT. Agincourt Resources sebagai perusahaan tambang, yang memiliki Tambang Emas Martabe di Sumatera telah melakukan pengelolaan sumberdaya, lingkungan, dan ekosistem sekitar lahan pertambangan dengan baik. Dengan adanya pengelolaan yang baik besar harapan kami untuk bisa menjaga kualitas lingkungan serta meningkatkan lapangan pekerjaan yang tentunya akan menguntungkan banyak pihak.

Tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut tentang Agincourt Resources, perusahaan pertambangan Indonesia dan pencapaiannya? Klik di sini!