Inilah Harga Emas di Indonesia Selama Pandemi

Inilah Harga Emas di Indonesia Selama Pandemi

Panjangnya masa pandemi membuat banyak orang penasaran dengan harga emas di Indonesia. Apakah harga tetap stabil, naik atau malah turun?

Pandemi ikut mempengaruhi kondisi pasar saham, banyak investor berpikir ulang untuk melepas maupun membeli produk investasi baru. Meskipun begitu, tidak semua produk investasi mengalami kemerosotan. Misalnya saja produk emas batangan dimana harga emas di Indonesia tetap bersinar di tengah masa sulit akibat Covid-19.

Baca Juga: Proses Penambangan Emas yang Semakin Modern

Naik Turun Harga Emas di Indonesia Selama Pandemi

Dilansir dari situs Tokopedia, diketahui bahwa sejak bulan Juni atau memang harga emas mengalami kenaikan signifikan. Tercatat harga tertinggi sampai detik ini tercapai pada bulan Agustus 2020 kemarin yang menembus angka Rp 1 juta lebih sedikit per gramnya.

Bagi investor emas batangan, tentu menjual beberapa gram emas yang dimilikinya di saat seperti sekarang akan memberi profit berkali-kali lipat. Berikut adalah perubahan harga emas di Indonesia terhitung dari akhir bulan Juni 2020 sampai akhir September 2020.

Diketahui bahwa pada bulan juni harga emas ada di titik Rp. 850 ribu lebih per gram. Pada bulan juli harga emas menjadi naik menjadi berada di angka 900 ribu rupiah. Hal ini tentu saja kabar baik untuk Anda yang berinvestasi emas. Tidak hanya berhenti di situ, meskipun pandemi tidak kunjung usai namun harga emas di Indonesia malah semakin tinggi. Hal ini terlihat bulan Agustus harga emas menjadi ada di harga 1 juta rupiah. Maka, investor sangat untuk jika menjual emasya dibulan itu. Sayangnya pada bulan desember harga emas kembali turun menjadi 957 ribu rupiah. Meskipun turun, angka ini masih terbilang tinggi untuk per gram emas.

Faktor yang Memengaruhi Harga Emas

Perubahan harga emas Indonesia dan dunia juga sama persis, yakni cenderung naik meskipun di momen-momen tertentu mengalami penurunan. Apa saja yang menyebabkan hal ini terjadi? Rupanya dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:

Perubahan Kurs Dollar

Ternyata perubahan kurs dollar sebagai faktor terkuat yang menentukan harga emas di dunia. Semakin tinggi nilai kurs dollar AS terhadap Rupiah maka harga emas semakin naik, begitupun sebaliknya.

Tingkat Produksi Emas di Dunia

Pada dasarnya tingkat produksi emas terus turun karena sulitnya kegiatan pertambangan. Hal inilah yang membuat persediaan emas menjadi terbatas dan harganya pun terus naik.

Suku Bunga

Suku bunga berbanding terbalik dengan harga emas di pasaran dunia, jika suku bunga turun maka harga emas naik. Begitu pula sebaliknya.

Jumlah Permintaan dan Persediaan

Faktor terakhir  dipangaruhi dari jumlah permintaan dan persediaan atau supply & demand . Semakin tinggi permintaan maka harga emas di Indonesia dan dunia juga semakin naik.

Baca Juga: Protokol Kerja di Pertambangan Selama Pandemi

Perubahan harga emas memang tidak pernah stabil, namun yang pasti kenaikan harga lebih sering terjadi. Setiap tahunnya bahkan harga emas batangan selalu naik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun dalam kurun waktu satu tahun terjadi naik turun harga setiap beberapa kali dalam sebulan.

Jika Anda tertarik dengan informasi-informasi mengenai emas atau pertambangan emas, Anda bisa membaca artikel-artikel dari PT. Agincourt Resource di sini.