9 Tahap Proses Pengolahan Emas yang Umumnya Digunakan

proses-pengolahan-emas-yang-umumnya-digunakan-agincourt

Proses pengolahan emas ternyata melalui perjalanan cukup panjang.

Proses pengolahan emas dimulai dari para penambang di tepi sungai yang mencari endapan emas menggunakan peralatan sederhana. Pada zaman modern, aktivitas pertambangan semakin memanfaatkan teknologi. Berbagai peralatan rumit digunakan untuk menemukan mineral berharga tersebut. Sebenarnya, emas juga terdapat di permukaan maupun endapan aluvial. Namun, karena diambil terus-menerus, mau tidak mau harus menambang dari dalam bumi.

Baca Juga: Selain Peraturan Pertambangan Terbaru 2020, Berikut Peraturan Lainnya

Tahap-Tahap Proses Pengolahan Emas

Penggunaan teknologi canggih dan peralatan modern mendominasi aktivitas eksplorasi hingga eksploitasi emas. Setidaknya terdapat 9 tahapan untuk menemukan, menambang, memurnikannya agar bisa diolah menjadi berbagai benda bernilai tinggi.

1. Menemukan Deposit

Langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu menemukan dimana deposit atau endapan emas berada. Biasanya para ahli geologi atau geologis menggunakan peta khusus untuk menemukan lokasi potensial logam mulia ini tersimpan. Berdasarkan peta geologi tersebut, para ahli akan meneliti karakteristik batuan permukaan meliputi sifat-sifat fisik dan kimianya. Langkah ini dilakukan untuk menentukan apakah terdapat emas di lokasi tersebut.

2. Menganalisis Area yang Menjanjikan

Setelah tahapan menemukan deposit dilakukan, maka didapat beberapa lokasi menjanjikan yang diidentifikasi berdasarkan karakteristik geologinya. Selanjutnya, yaitu menguraikan beberapa target untuk pengujian bor atau drill menggunakan beberapa teknik. Antara lain teknik penginderaan jauh, geofisika, serta geokimia. Implementasi teknik-teknik tersebut dilakukan berbasis udara maupun darat.

3. Pengujian Bor/Sampel

Proses pengolahan emas berikutnya adalah pengujian drill dengan cara mengambil sampel batuan. Sampel tersebut selanjutnya akan diteliti oleh geologist dan engineer pertambangan. Analisis tersebut akan menghasilkan informasi seperti apakah benar-benar terdapat emas dan ukuran serta kualitas depositnya di dalam tanah. Informasi tersebut dipakai untuk menentukan apakah terdapat cukup logam sehingga aktivitas penambangan bermanfaat.

4. Menentukan Jenis Tambang

Proses berikutnya, yaitu menentukan jenis tambangnya. Setelah engineer menentukan jumlah dan kualitas deposit yang dinyatakan bermanfaat bagi aktivitas penambangan. Berikutnya, ia akan menentukan jenis tambang yang dibutuhkan. Selain itu, ditentukan juga apa saja hambatan-hambatan fisik dan dampak kegiatan penambangan terhadap lingkungan sekitarnya.

5. Membangun Infrastruktur

Infrastruktur seperti jalan, fasilitas pengolahan, hingga kantor administrasi harus dibangun terlebih dahulu. Mengingat biasanya lokasi potensial berada di daerah terpencil, pembangunan infrastruktur dapat memakan waktu hingga 5 tahun bahkan lebih.

6. Menambang Sampel dan Menentukan Pemrosesan

Setelah infrastruktur didirikan dan penambangan berlangsung, harus dilakukan pengambilan sampel untuk menguji kualitas metalurgi yang tepat dari bijih. Hal ini dilakukan untuk menentukan teknik pengolahan yang tepat.

7.  Pemrosesan (On Site)

Proses pengolahan emas selanjutnya adalah mengolah bijih yang telah diekstraksi menjadi emas murni. Pertama, bijih dihancurkan kemudian diproses berdasarkan sifat mineral terkait. Bijih berkadar rendah prosesnya lebih sederhana, sedangkan kadar tinggi lebih ekstensif.

8. Pemurnian (Off Site)

Setelah pemrosesan dasar, selanjutnya bijih dibawa ke kilang. Di sana, kotoran yang tersisa akan dihilangkan. Logam mulia mentah dilebur bersama klorida. Pengolahan ini menyebabkan logam asing melebur bersama klorida dan terlepas dari emas. Proses ini menghasilkan logam mulia dengan kadar 99,5%. Selanjutnya, dilemparkan ke elektroda (disebut anoda) dan ditempatkan di dalam sel elektrolit. Kemudian, arus dilewatkan melalui sel dan menghasilkan logam mulia murni 99,99%.

9. Reklamasi Tambang

Penambangan emas secara terus-menerus tentunya akan habis. Dahulu, setelah deposit habis, area tambang ditinggalkan begitu saja. Namun, saat ini penutupan pertambangan juga harus diikuti dengan reklamasi. Dengan adanya proyek reklamasi, diharapkan area tersebut dapat kembali ke keadaan sebaik mungkin.

Baca Juga: 5 Cara Membuat Pertambangan Berkelanjutan

Anda telah mengetahui bahwa untuk mendapatkan emas murni membutuhkan investasi besar dan waktu yang lama. Namun, melalui proses pengolahan emas tersebut, kita dapat menjumpainya dalam bentuk perhiasan hingga emas batangan. Jika Anda tertarik dengan informasi-informasi mengenai emas atau pertambangan emas, Anda bisa membaca artikel-artikel dari PT. Agincourt Resource di sini.