Strip Mining, Salah Satu Metode Pertambangan yang Lazim Dilakukan

strip-mining-salah-satu-metode-pertambangan-yang-lazim-dilakuka-agincourtn

Strip mining merupakan salah satu metode penambangan yang dilakukan dalam kegiatan tambang terbuka (surface mine).

Surface mine adalah aktivitas penambangan yang dilakukan di permukaan atau dekat permukaan tanah. Metode strip diterapkan pada aktivitas penambangan batubara di area tambang terbuka. Adapun kegunaan batubara sendiri sangat beragam. Di kehidupan sehari-hari, batubara digunakan untuk sumber bahan bakar pada pembangkit listrik, industri, dan sebagainya.

Secara umum, tambang terbuka dikategorikan menjadi 4 jenis, yaitu open pit, quarry, alluvial mine, dan strip mine. Kali ini kami akan menjelaskan tentang metode penambangan strip.

Baca Juga: Apa Saja Hasil Tambang yang Ada di Indonesia?

Mengenal Apa Itu Strip Mining

Secara bahasa, strip mine berarti pertambangan kupas atau baris. Ini merupakan suatu metode dalam operasi tambang permukaan atau tambang terbuka untuk sumber daya batubara.

Pertambangan kupas sendiri merupakan prosedur penambangan yang dilakukan dilakukan dengan cara mengupas atau mengangkat lapisan tanah maupun batuan, sehingga lapisan batubara yang tadinya tertutup dapat tersingkap.

Bentuk pengupasan lapisan tanah atau batuan tersebut berupa baris-baris sejajar. Strip mining pada umumnya diterapkan pada area pertambangan batubara dengan karakteristik kemiringan endapan (dip) kecil atau relatif landai.

Penerapan sistem pertambangan lain pada kondisi wilayah dengan karakteristik tersebut cukup sulit. Karena jangkauan alat-alat sangat terbatas. Sehingga metode pengupasan lah yang paling ideal untuk diterapkan.

Metode strip dilakukan pada area pertambangan dengan kriteria lapisan endapan batubara yang tebal, terutama apabila lapisan penutupnya juga tebal. Kriteria ini bertujuan agar mendapatkan rasio ekonomis antara ketebalan batubara dengan ketebalan lapisan penutup.

Sistem Penambangan dengan Metode Strip Mining

Sementara itu, terdapat 3 sistem strip mine yang diaplikasikan berdasarkan kondisi lokasi operasi pertambangan. Ketiganya antara lain contour mining, box cut mining, dan area mining.

1.Contour Mining

Contour mining merupakan sistem pertambangan kupas yang dilakukan pada lokasi berkontur cukup rapat seperti lereng gunung atau bukit. Prosedur operasinya dengan pengupasan lapisan tanah penutup di area singkapan (outcrop) mengikuti konturnya.

Contour strip mining dilanjutkan dengan penggalian endapan batubara dan diteruskan ke arah tebing hingga batas ekonomis. Batas ekonomis yang dimaksud yaitu batas dimana penggalian cadangan batubara masih bernilai ekonomis.

Ini mengingat tebalnya lapisan penutup di area tebing yang harus dipertimbangkan rasio ekonomisnya. Tantangan contour mining adalah daerah galian yang sempit, sehingga memerlukan alat-alat yang mudah dipindahkan.

2. Box Cut Mining

Pertambangan box cut yaitu lubang galian awal pada area dengan karakteristik relatif datar serta tidak memiliki area pembuangan lapisan penutup, sehingga kupasan lapisan penutup dibuang ke samping lubang galian awal.

Penggalian lubang galian awal kemudian dilanjutkan menjadi area kawasan pertambangan yang ideal dengan berbagai cara. Strip mining dengan sistem box cut ini kemudian dikembangkan ke advance benching system.

Apabila tanah penutupnya lunak, maka penggalian dilakukan menggunakan dragline atau backhoe sehingga box cut bisa diperluas menjadi medan kerja memanjang dan lebih ideal. Selanjutnya, batubara yang tersingkap dapat ditambang dengan alat-alat sesuai kebutuhan.

3. Area Mining

Area mining biasanya diterapkan pada operasi penambangan batubara di lokasi yang horizontal di daerah dataran. Sistem ini diawali dengan pengupasan lapisan tanah penutup endapan batubara.

Paritan besar dibuat dan lapisan penutupnya dibuang ke area yang tidak ditambang. Setelah batubara pada galian pertama diambil, dilanjutkan pengupasan berikutnya yang sejajar dengan pengupasan pertama.

Pengupasan lapisan tanah kemudian dibuang ke bekas penggalian sebelumnya. Begitu seterusnya sampai penggalian terakhir. Metode ini dinamakan back filling digging method.

Batubara sebagai salah satu sumber daya non mineral merupakan kebutuhan yang cukup vital untuk kelangsungan hidup sehari-hari. Sumber daya ini dapat ditambang dengan berbagai metode, salah satunya strip mining.

Baca Juga: Ketahui Apa Itu Green Mining dan Manfaatnya Bagi Pertambangan

Ingin mengetahui pengembangan berkelanjutan Agincourt?  klik di sini. Untuk mengetahui kesehatan dan keselamatan kerja pekerja, klik di sini. Untuk mengetahui keanekaragaman hayati PT Agincourt, baca di sini. Ingin mengetahui pengelolaan lingkungan pertambangan? simak di sini.  Jika Anda tertarik dengan informasi-informasi mengenai emas atau pertambangan emas, Anda bisa membaca artikel-artikel dari PT. Agincourt Resource di sini.

judi online baccarat togel idn play tangkas88 infini88 slot bonanza88 slot online agen sbobet pragmatic slot pulsa sbobet slot deposit dana situs judi online selot autowin88 slot vegasslot pokerseri joker123